Sumbang Emas 28 Kg di Puncak Monas, Markam Jadi Nama PAUD di Desanya

Equityworld FuturesPenyumbang 28 kg emas di puncak Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Teuku Markam telah tiada. Namun, keikhlasannya membantu tidak pernah dilupakan oleh warga di kampung kelahirannya di Desa Alue Caplie, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Aceh.

Warga setempat mengabadikan Markam sebagai nama sebuah bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Saya mendirikan sebuah tempat pendidikan bagi usia dini yang memberi nama PAUD Teuku Markam. Tujuannya untuk mendedikasikan beliau sebagai salah satu orang yang rela mengobarkan emas 28 kg untuk Monas. Ini juga sebagai pengingat sejarah bagi generasi ke depan bahwa ada seorang pemuda yang lahir di desa Alue Caplie, Seunudon berjuang hingga sukses dan mau membangun Nusantara,” kata Kepala Desa Alue Caplie, Kamaruddin Ahmad ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (9/3/2018).

Dia menyebutkan tempat itu telah dibangun sejak tiga tahun lalu. Saat itu dirinya bersama warga membuat nama Markam dengan penuh rasa bangga. Apalagi, orang tua Markam, juga sesepuh di desa itu dulu.

Ayah Markam, Teuku Marhaban bersama warga lainnya lah yang pertama membuka kawasan tersebut sehingga terbentuk Desa Alue Caplie.

“Semangat Markam perlu kita tiru. Dia menyisihkan hartanya untuk pembangunan Monas di Jakarta masa Presiden Soekarno. Tentu tujuannya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia negara yang besar,” tambah Kamaruddin.

Kata Kamaruddin, selain ada PAUD bernama Teuku Markam, di desanya juga masih ada tiga unit rumah peninggalan Markam. Rumah itu dibuatnya pada tahun 1974 dan sekarang ditempati oleh cucu dari saudara orang tuanya.

Tidak ada peninggalan lainnya disisakan Markam di tanah kelahirannya. Hanya rumah dan kuburan ayah kandungnya menjadi saksi Markam ada dan memberi kontribusi besar bagi Pemerintahan Indonesia setelah kemerdekaan.

Untuk diketahui, Teuku Markam putra asli kelahiran Desa Alue Caplie, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Aceh yang lahir pada tahun 1925.

Kampung kelahirannya itu berada sekitar 30 km dari pusat Ibu Kota Kabupaten yaitu Lhoksukon. Di desa itulah, dia lahir, mengalami masa kecil dan dewasa, jatuh bangun usaha hingga menyumbangkan emas miliknya untuk diletakkan di puncak Monas pada masa Presiden Soekarno.

 

 

Equityworld Futures

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s