Diminta Ungkap Pemasang Bendera di Rumah Habib Rizieq, Ini Kata Polri

Equityworld Futures – Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta Polri bekerja sama dengan kepolisian Arab Saudi mengusut dalang pemasang bendera berkalimat tauhid di kediaman Habib Rizieq Syihab. Terkait permintaan tersebut, Polri menjelaskan leading sector masih di pihak Kemlu RI.

“Leading sectornya masih Kemlu karena itu pelanggaran hukum negara lain yang memiliki otoritas dan kedaulatan hukum sendiri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo kepada detikcom, Rabu (14/11/2018).

Dedi menjelaskan, Kemlu sudah memiliki satuan tugas yang membantu warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki masalah hukum di negara lain. Sedangkan kepolisian baru bisa bekerja jika ada persetujuan dari pemerintah. Kasus yang ditangani biasanya bersifat kejahatan transnasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

“Kemlu sudah

Equityworld Futures

Equityworld

Advertisements

Dovizioso Sebut Ducati Musim Ini Lebih Tangguh daripada Musim Lalu

Equityworld Futures – Andrea Dovizioso menyebut motor Ducati musim ini lebih tangguh daripada musim 2017. Sekalipun Dovizioso gagal menyaingi Marc Marquez sampai seri terakhir.

Pada musim lalu, rider Italia itu berhasil delapan kali naik podium dengan enam kemenangan. Namun, pada akhirnya Dovizioso harus menyerahkan gelar juara ke tangan Marquez dengan selisih 37 poin.

Sedangkan di musim ini, Dovizioso juga sudah naik di delapan podium, tapi hanya tiga kali menang. Pebalap berusia 32 tahun itu juga tiga kali retired, dan sekali finis di luar zona poin di posisi 18 yang terjadi di Jepang yang memastikan Marquez merengkuh titel juara dunia ketujuh.

Dovizioso percaya statistik tidak mencerminkan performa GP18. Menurut dia, motornya kini sudah lebih konsisten.

“Tahun lalu kami bersaing untuk gelar juara sampai seri terakhir, tapi kami kencang di beberapa sirkuit saja, dan sangat lambat di beberapa sirkuit lain,” ucap Dovizioso kepada Autosport.

“Kami tidak memiliki konsistensi, yang sekarang kami punya,” sahut dia.

“Saat itu, regulasi terkait winglet diubah dan kami tidak punya kejelasan bagaimana beradaptasi dengan perubahan tersebut. Ban-ban juga berubah. Dua elemen itu menyebabkan kebingungan sampai Assen (Juni).”

“Itu yang membedakan, dan mungkin tidak akan terjadi lagi di 2019 karena kami sekarang memiliki basis solid yang lebih baik. Sekalipun berjarak lebih jauh dari Marc dibandingkan pada tahun lalu, kami sekarang jauh lebih baik daripada 2017,” lugas pebalap yang telah memastikan finis runner-up ini.

Equityworld Futures

Equityworld

Mengerikan! Sederet Insiden Bianglala di Berbagai Negara

Equityworld Futures – Wahana bianglala di Pasar Malam Perayaan Sekaten Yogyakarta mengalami insiden hingga tampak terbalik. Bukan cuma di Yogyakarta, insiden mengerikan pada bianglala juga pernah terjadi di negara lain yang bahkan memakan korban jiwa.

Insiden di Yogyakarta terjadi tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (11/11/2018). Polisi mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan awal mula kejadian karena penumpang bianglala bercanda.

“Informasi dari beberapa saksi, salah satu kabin berisi tiga orang. Mereka guyonan (bercanda) di atas, kabin jadi goyang-goyang dan kaitannya ngancing (mengunci), miring,” kata Kapolsek Gondomanan, Kompol I Nengah Lotama di lokasi kejadian tadi malam.

Bianglala atau sebenarnya adalah kincir ria sudah lama ada dalam dunia wahana permainan sejak dahulu. Kincir ria tertinggi pernah tercatat pada tahun 1893 di Chicago, Amerika Serikat yakni setinggi 80,4 meter. Kini kincir ria tertinggi adalah Singapore Flyer dengan ketinggian 165 meter.
Bianglala adalah nama dari wahana kincir ria di Dunia Fantasi (Dufan) yang dioperasikan sejak tahun 1985. Namun istilah bianglala sudah melekat dengan sebutan bagi wahana kincir ria di Indonesia.

Berikut sederet insiden mengerikan bianglala di berbagai negara yang dirangkum detikcom:

Bocah Tergantung di Kincir Ria China

Seorang bocah berumur 5 tahun tergantung di sebuah wahana kincir ria di China. Peristiwa itu terjadi di Taman Hiburan Taizhou Yuhuan, Zhejiang pada September 2018.

Dikutip dari South China Morning Post, ibu bocah itu meyakinkan petugas operator agar anaknya bisa naik wahana itu sendirian agar tak perlu membayar tiket seharga 30 Yuan. Namun pada saat wahana berputar, si anak mulai memanjat-manjat hingga kakinya tak sengaja menendang jendela.

Ketika jendela terbuka, si bocah nyaris jatuh. Namun bagian sekitar lehernya tersangkut sehingga dia tidak jatuh dari ketinggian 42 meter.

Operator kemudian melambatkan laju wahana tersebut. Akhirnya si bocah berhasil diselamatkan.

Kecelakaan Kincir Ria Makan Korban Jiwa di India

Peristiwa insiden bianglala terjadi di Ambala, India. Dua perempuan bersaudara meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Kecelakaan itu terjadi pada 13 Agustus 2018. Dilansir Times of India, polisi menahan satu orang atas nama Kurban atas kejadian ini. Kurban merupakan pemilik yang juga mengoperasikan bianglala tersebut.

Menurut keterangan pihak keluarga korban yang dikutip media tersebut, kecelakaan terjadi setelah 5-7 menit wahana berputar. Setelah itu tiba-tiba kecepatan bertambah dan teknisi wahana tak dapat mengendalikannya.

Kabin Terbalik di Seattle, AS

Sedikitnya 3 orang terluka akibat terjatuh dari wahana kincir ria di Seattle, Amerika Serikat. Korban adalah wanita berusia 59 tahun dan 47 tahun, serta seorang bocah 7 tahun.

Dilansir CNN, peristiwa itu terjadi pada May 2017 saat festival Rhododendron. Perusahaan Funtastic Rides mengoperasikan kincir ria bernama Phoenix Rides.

Petugas pemadam kebakaran Jefferson Timur, Bill Beezley mengatakan ketiga korban tiba-tiba terjatuh saat kabin wahana tiba-tiba terbalik. Ketiga korban jatuh ke tanah dari ketinggian 15 kaki.

Penumpang Kritis Akibat Insiden Kincir Ria di Tennessee, AS

Kejadian lainnya juga terjadi di Amerika Serikat, namun berada di wilayah Tennessee. Setidaknya 3 orang terluka hingga kritis akibat insiden bianglala.

Dikutip dari CNN, peristiwa itu terjadi pada Agustus 2016. Gambar di media sosial memperlihatkan posisi kabin dari wahana kincir ria di Pameran Greene County nyaris terbalik pada ketinggian 35-40 kaki.

Bocah berusia 6 tahun mengalami trauma otak, bocah 10 tahun mengalami patah tangan, dan seorang lagi gadis 16 tahun langsung kritis. Kecelakaan itu diduga akibat adanya komponen yang rusak.

Equityworld  Futures

Equityworld

Equityworld Futures, CNN Indonesia — Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sempat ditahan oleh kepolisian Arab Saudi terkait bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang di dinding luar rumahnya di Mekkah. Bendera tersebut dinilai ilegal di Arab Saudi.

Dari keterangan pihak Kedutaan Besar RI untuk Saudi, pemeriksaan Rizieq itu terkait pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis.

Pembina Majelis Syuro DPP FPI Muhsin Al Attas menegaskan bendera yang dipajang di tembok rumah Rizieq serupa dengan panji yang dikibarkan pada Aksi Bela Tauhid pekan lalu.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Yon Machmudi menilai, pemeriksaan itu didasari kecurigaan otoritas Saudi pada bendera hitam yang terpasang di dinding rumah Rizieq.

Pemerintah Saudi diketahui melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apapun yang terkait terorisme dan ekstremisme. Sementara bendera yang terpasang itu diduga identik dengan kelompok terlarang Hizbut Tahrir.

Selama ini Arab Saudi melarang aktivitas Hizbut Tahrir sekaligus persebaran ideologi melalui terbitan yang ditulis orang-orang berafiliasi dengannya.

“Saya kira kecurigaan ini diarahkan ada sebuah bendera dan tidak melambangkan sesuatu yang legal di Arab Saudi,” ujar Yon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/11).

Sementara bendera yang terpasang, menurut Yon, cenderung melambangkan simbol, kelompok, maupun organisasi tertentu. Padahal, pemerintah Saudi telah mengatur secara tegas larangan organisasi atau kegiatan politik apapun di negaranya.

“Jadi persoalan bendera ini bisa jadi terkait pelarangan aktivitas politik, bisa juga dilarang apabila berkaitan dengan kelompok yang dicurigai berafiliasi dengan kelompok radikal atau terorisme. Itu bisa jadi ancaman serius bagi kerajaan Arab Saudi,” ujarnya.

Bendera Hitam di Rumah Rizieq, Lambang Ilegal di Arab Saudi

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah Saudi berhak menindak Rizieq secara hukum jika memang terjadi persoalan dalam pemasangan bendera tersebut. Menurut dia, pemerintah Saudi memiliki kewenangan menyelidiki kasus yang menyangkut warga negaranya sendiri maupun warga negara lain yang tinggal di sana.

“Ya, bisa dilakukan penindakan karena Arab Saudi sangat tegas terhadap aturan-aturan ini,” kata Yon.

Ia sendiri tak dapat memastikan apakah bendera itu berkaitan dengan kelompok atau organisasi tertentu. Namun, kata dia, pemerintah Saudi memang memiliki aturan yang lebih ketat dari Indonesia terkait pemasangan bendera semacam itu. Tak heran jika di Indonesia bendera-bendera semacam itu lebih bebas untuk dikibarkan.

“Bendera itu mungkin tidak lazim di Arab Saudi, bisa saja memang lazim di Indonesia. Ya karena di Arab Saudi itu simbol-simbol dibatasi, makanya (ketika ada bendera itu) mereka langsung memanggil dan menyelidiki pihak yang dianggap terkait,” kata Yon.

Lebih lanjut Yon mengatakan Indonesia belum memiliki aturan terkait larangan simbol-simbol maupun pemasangan bendera kelompok atau organisasi di muka umum. Setiap kelompok bebas memasang bendera masing-masing.

Selain itu tak ada ketentuan pasti yang menegaskan tentang lambang bendera organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir atau ISIS di Indonesia.

“Di Indonesia begitu banyak model bendera tapi tidak ada aturannya. Semestinya beri aturan saja bendera ini berkaitan dengan kelompok mana, yang mana yang tidak boleh dikibarkan, sehingga orang bisa lebih hati-hati ketika akan mengibarkan atau menggunakan lambang tertentu,” tuturnya.

Bendera bertuliskan kalimat tauhid itu menjadi kontroversi di Indonesia. Polemik itu berawal dari pembakaran bendera hitam oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama di Garut.

Pembakaran terjadi saat perayaan hari santri di daerah Limbangan, Garut, pada Senin (22/10). Bendera tersebut dibakar karena dianggap sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Usai pembakaran itu, sejumlah demonstrasi digelar dengan tema Aksi Bela Tauhid.

Equityworld Futures

Equityworld

Raih Award Keempat Kalinya, Brand Es Krim Ini Punya Misi Mulia

Equityworld Futures

Brand es krim produksi PT Unilever Indonesia Tbk., Wall’s, tak hanya terus berkomitmen melahirkan ragam inovasi produk yang berkualitas. Namun Wall’s juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh konsumen Indonesia yang mayoritas muslim.

Hal tersebut dibuktikan dengan kembali berhasilnya Wall’s meraih penghargaan ‘Halal Top Brand 2018’ kategori Es Krim di ajang Halal Award 2018. Bahkan, satu-satunya brand es krim di Indonesia yang meraih penghargaan ‘Halal Top Brand 2018’. Sebelumnya, Wall’s juga mendapatkan penghargaan yang sama secara berturut-turut sejak 2015. Penghargaan ini diberikan di ajang Indonesia International Halal Expo (INDHEX) 2018 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta.

“Di usia Wall’s Indonesia yang ke-26 tahun, merupakan kebahagiaan yang luar biasa bahwa tahun ini Wall’s untuk keempat kalinya kembali dipercaya menjadi salah satu pemenang kategori Halal Top Brand, khususnya untuk kategori Es Krim. Penghargaan ini terasa makin membanggakan karena Wall’s merupakan satu-satunya brand es krim di Indonesia yang mendapatkan penghargaan Halal Top Brand Award 2018,” ujar Head of Marketing Refreshment PT Unilever Indonesia Tbk. Amalia Sarah Santi.

Penghargaan ini menjadi penting bagi Wall’s karena saat ini di industri makanan, termasuk es krim, produk bersertifikasi halal tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat muslim. Namun juga telah menjadi konsumsi global penduduk dunia dengan tagline ‘Halal Food is Quality Food’. Artinya, kehalalan telah diposisikan oleh konsumen sebagai salah satu indikator utama dari makanan atau minuman yang berkualitas.

“Kami memahami bahwa konsumen tidak hanya mengharapkan produk-produk yang inovatif dan berkualitas, tetapi juga komitmen kuat dari pihak produsen untuk memastikan kehalalan produknya. Oleh karena itu, tahun ini Wall’s meluncurkan begitu banyak inovasi produk baru sambil terus menjaga sistem jaminan halal seluruh produk kami dari hulu ke hilir. Semoga penganugerahan ini ini akan semakin memperkuat kepercayaan dan kesetiaan konsumen untuk mengonsumsi produk Wall’s, yang seluruhnya telah mendapatkan jaminan halal dari LPPOM MUI,” lanjut Amalia.

Raih Award Keempat Kalinya, Brand Es Krim Ini Punya Misi MuliaAjang Halal Award 2018 (Foto: dok. Wall’s)

Penghargaan Halal Top Brand melibatkan deretan dewan juri yang sangat berkompeten, yaitu LPPOM MUI untuk mencermati sertifikasi halal yang dimiliki perusahaan, MUI untuk menelaah karakter brand dari sisi gaya hidup syariah, hingga survei untuk konsumen.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan oleh konsumen Indonesia melalui survei yang dilakukan oleh LPPOM MUI. Di masa mendatang, kami akan terus berkontribusi dalam melakukan sosialisasi dan promosi halal di tengah masyarakat dan menjamin kehalalan produk-produk kami. Baik dari pemilihan bahan baku, hingga pengawasan proses produksi dan proses penyimpanannya,” kata Amalia.

Kemenangan di kategori es krim ini, lanjutnya, makin membuktikan bahwa posisi Wall’s tetap tidak tergantikan di benak konsumen. Penghargaan ini menjadi suatu pencapaian yang luar biasa mengingat kian gencarnya persaingan di pasar es krim.

Secara global, industri halal diperkirakan akan tumbuh positif dan signifikan pada 2022. Potensinya diperkirakan senilai USD 3,1 triliun seiring dengan lonjakan pertumbuhan populasi muslim di dunia. Artinya, industri tersebut memiliki potensi pasar yang menjanjikan dan sangat besar.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) kembali mempersembahkan INDHEX sebagai program tahunan yang mendorong Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia untuk semakin mengambil peranan penting di tengah industri halal dunia.

Raih Award Keempat Kalinya, Brand Es Krim Ini Punya Misi MuliaAjang Halal Award 2018 (Foto: dok. Wall’s)

Penghargaan Halal Award sebagai salah satu agenda utama dalam pelaksanaan INDHEX sangat penting untuk dijadikan inspirasi dan percontohan bagi semua pihak, terutama bagi para pelaku industri karena sertifikasi halal kini telah menjadi bagian dari competitive advantage dari sebuah brand. Sekaligus cara untuk memberikan customer satisfaction kepada para konsumen.

Untuk semakin mendorong iklim positif ini, LPPOM MUI kembali memberikan ‘Halal Award’ kepada berbagai pihak yang dinilai berjasa dalam pengembangan, edukasi, informasi dan sosialisasi halal. Tahun ini, penghargaan tersebut memiliki beberapa kategori penghargaan, yaitu Halal Top Brand, Iklan Halal Terbaik, Produk Halal Pendatang Baru Terbaik, Produk UKM Halal Terbaik, dan Penghargaan Khusus untuk Rumah Halal Terbaik.

“Setelah memperoleh penghargaan sebagai Halal Top Brand dalam empat tahun terakhir, kini saatnya Wall’s mengambil langkah yang lebih besar dengan semakin menggaungkan promosinya sebagai produk halal,” ujar Direktur LPPOM MUI Pusat sekaligus Ketua Pelaksana INDHEX 2018, Lukmanul Hakim.

Sebelumnya, LPPOM MUI telah melakukan survei khusus untuk mengukur komitmen perusahaan atau brand dalam melakukan promosi dan sosialisasi halal. Survei ini dilakukan di situs ww.halalmui.org melibatkan 4.200 konsumen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan meraih penghargaan Halal Top Brand, Wall’s telah mendapatkan pengakuan dari lembaga sertifikasi halal terbaik di dunia dan yang terpenting pengakuan dari masyarakat.

Equityworld Futures

Equityworld

Satu Poin Berharga untuk Inter

Equityworld Futures– Gelandang Inter Milan Matias Vecino puas dengan satu poin yang didapat dari laga melawan Barcelona. Inter kini mengalihkan fokus ke Tottenham Hotspur.

Inter mendapat hasil imbang 1-1 saat menjamu Barca di matchday 4 Liga Champions. Dalam pertandingan di Giuseppe Meazza, Rabu (7/11/2018) dini hari WIB, Inter sempat tertinggal lebih dulu.

Samir Handanovic yang tampil kokoh nyaris di sepanjang laga akhirnya takluk oleh gol Malcom di menit ke-83. Dengan sisa waktu pertandingan yang tak banyak, Inter mampu mencetak gol balasan lewat Mauro Icardi di menit ke-87.

“Ini adalah hasil imbang yang sangat penting bagi kami,” ujar Vecino kepada Sky Sport Italia.

“Barcelona membuat Anda banyak berlari dan itu membuat Anda kurang tajam ketika memegang bola. Tidak ada banyak waktu tersisa setelah gol mereka, jadi bagus kami berhasil mencuri poin.”

Dengan hasil ini, Inter menempati peringkat dua klasemen Grup B dengan tujuh poin. Sementara itu, Barca sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar.

Inter harus bersaing ketat dengan Tottenham untuk memperebutkan satu tiket tersisa. Tottenham membuka peluang lolos usai menang 2-1 atas PSV Eindhoven.

Inter akan tandang ke markas Tottenham di matchday 5 pada 28 November. Hasil seri di Wembley sudah cukup untuk mengantar Nerazzurri ke babak 16 besar.

“Sekarang ada dua pertandingan tersisa, yang berikutnya akan menentukan. Kami harus datang ke Wembley dengan tekad mendapatkan tiga poin,” ucap Vecino.

“Tottenham adalah tim yang bagus, tapi kami akan melakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Equityworld Futures

Equityworld

Selain Jual Ponsel, Xiaomi Ada ‘Sampingan’ Demi Bertahan Hidup

Equityworld Futures – CEO dan Founder Xiaomi Lei Jun berjanji pihaknya ingin membatasi laba bersih setelah pajak untuk penjualan hardware sebesar 5%. Dengan untung yang sedikit itu, bagaimana Xiaomi bisa bernapas panjang?

Chief Financial Officer (CFO) Xiaomi Chew Shou Zi mengatakan tujuan pihaknya tidak sekadar mencari keuntungan. Paling utama bagaimana mereka bisa menbuat produk bagus dengan harga yang terjangkau kantong konsumen.

“Kami berbeda, kami tidak seperti perusahaan lain. Itulah mengapa kami harus memastikan, kami atur seberapa banyak uang yang bisa didapat dari hardware,” kata pria yang kerap disapa Shou ini saat ditemui di kantor Xiaomi Indonesia, Senin (5/11/2018).

Agar dapat bertahan hidup, Xiaomi punya ‘sampingan’ untuk raup pendapatan. Mereka memperkuat layanan internetnya.

Selain Jual Ponsel, Xiaomi Ada 'Sampingan' Demi Bertahan HidupFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

“Meski berkontribusi sekitar 8-10% pada pendapatan, tapi ini sangat signifikan untuk nett income kami. Sebagaimana kalian tahu bahwa kami adalah perusahaan yang profitable,” ujar Shou.

Iklan yang muncul di perangkat Xiaomi menjadi cara lain mereka mendapatkan pendapatan. Tidak sampai di situ saja, kedepan kemungkinan mereka turut mengandalkan Internet-of-Thing (IOT) dan sistem berlangganan layanan untuk meningkatkan pemasukan.

“Jika mereka puas dengan layanan kami, mereka akan memberikan tip pada kami. Bagaimana cara mereka memberi tip? Mereka membiarkan kami untuk menampilkan iklan, atau dengan cara subscribe,” papar pria lulusan Harvard ini.

“Kami percaya cara ini yang paling memungkinkan untuk menghasilkan uang. Kami merasa nyaman dengan cara ini. Itulah cara kami berbisnis,” pungkas Shou.

Equityworld Futures

Equityworld

DI ‘NERAKA’ AFRIKA, DIA MENEMUKAN TUHAN-NYA

Equityworld Futures tak selalu seindah foto-foto yang bertebaran di Google, tak selalu sedamai wajah Dalai Lama. Paling tidak itu yang dialami sendiri oleh Jhon Erickson Ginting. Dia terbang dari Xianggelila alias kota Shangri-La dan mendarat di Lhasa, ibukota wilayah otonomi Tibet, pada pertengahan 2006.

Begitu keluar dari Bandara Lhasa, Jhon langsung mendapat suguhan pemandangan kurang enak. Ada sekelompok wisatawan tengah berdebat sengit dengan calo-calo taksi. Rupanya, para calo itu pasang harga jauh di atas normal. Perdebatan itu berakhir buruk setelah wisatawan-wisatawan itu memilih naik angkutan umum. “Mereka memaksa dan memaki-maki para traveler tersebut dengan bahasa yang sangat kasar,” Jhon menuturkan.

Jhon tiba di Lhasa bersama dua teman seperjalanan, Ben dan pacarnya, Vivian, yang dikenalnya di Shangri-La. Tak cuma melihat indahnya Tibet, Jhon juga menyaksikan betapa keras dan sulitnya hidup di ‘atap dunia’ itu. Setelah sempat menikmati beberapa hari jalan-jalan hingga pedalaman Tibet, Ben dan Vivian mengajak Jhon melanjutkan perjalanan ke Kathmandu, Nepal.

Perjalanan Jhon dan teman-temannya dari Lhasa ke Kathmandu dengan mobil jip sewaan, menempuh jarak sekitar 1000 kilometer, benar-benar sebuah petualangan. Hingga kota Zhangmu, kota di perbatasan China dengan Nepal, tak ada persoalan. Meski sepanjang jalan lelahmendengar perdebatan tanpa akhir dari dua temannya, Ben dan Vivian, Jhon lumayan menikmati perjalanan.

Menyaksikan puncak Mount Everest dari Tibet. Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Tapi lain cerita setelah mereka menyeberang ke Kodari, kota di Nepal, di seberang Zhangmu. Ben, master bisnis lulusan universitas kondang di Amerika Serikat, Universitas Stanford, dengan percaya diri mewakili teman-temannya menawar mobil sewaan dari para calo. Jhon, Vivian dan Jerry, pemuda asal Shanghai, yang bergabung bersama mereka di Lhasa, memilih menonton dari jauh.

Entah bagaimana bermula, tawar-menawar harga sewa mobil itu berubah jadi pertengkaran. Calo-calo lain mulai merubung Ben. Suasana jadi tegang. Jhon ingat betul, tatapan mata puluhan orang itu sama sekali tidak bersahabat. Salah seorang diantara mereka mulai tidak sabar dan berteriak. “F*ck you tourist!! We will kill you!!” Jhon, kepada DetikX, menirukan umpatan sang calo. Sumpah serapah berhamburan.

Kalau terlambat sedikit saja mungkin kami semua bisa terbunuh’

Di tengah situasi kritis itu, tiba-tiba ada orang berlari dari jalan raya dan menawarkan sewa mobil dengan biaya 4000 rupee, 2000 rupee lebih murah ketimbang harga yang ditawarkan calo sebelumnya. Tanpa pikir panjang lagi, Jhon segera menyuruh Vivian dan Jerry lompat masuk ke mobil. Jhon menyeret Ben dari kerumunan dan menyuruhnya segera masuk mobil dan sopir buru-buru tancap gas. Meski masih kaget dan hampir jadi sasaran keroyokan para calo, Ben masih ‘berlagak’ menenangkan teman-temannya.

“Saya juga heran kok bisa mendadak ada yang nawarin kami naik mobil. Kalau terlambat sedikit saja mungkin kami semua bisa terbunuh,” kata Jhon soal pengalaman menegangkan di kota perbatasan Nepal. Situasi saat itu memang sedang tidak kondusif imbas perang saudara antara pemberontak Maois melawan tentara Nepal.

Perbatasan Tanzania dengan Kenya

Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Ngorongoro, Tanzania

Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Suasana pasar di Nkhata Bay, Malawi

Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Pantai Stonetown di Pulau Zanzibar, Tanzania

Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Pasar Kampala di Uganda

Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Pengalaman menegangkan seperti itu bukan hanya sekali dua kali dihadapi Jhon di pelbagai negara. Dia memang bukan tipe turis yang datang, tidur di hotel berbintang, makan serba enak, kemana-mana diantar pemandu, jeprat-jepret berswafoto, unggah foto-foto di Instagram, terus pulang. Sebagai ‘kuli ngebor’ yang punya pengalaman panjang di perusahaan-perusahaan minyak asing, lulusan Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sudah biasa terbang ke banyak negara. Tapi perjalanan seperti itu tak dia hitung sebagai jalan-jalan.

Jhon, kini 46 tahun, doyan jalan-jalan ke tempat yang bisa memompa adrenalinnya. Bayangkan saja, dari begitu banyak tempat di muka bumi yang layak dikunjungi, John justru sengaja memilih negara-negara yang dilanda konflik atau negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi sebagai negara-negara tujuannya. Dari 25 negara yang pernah ia kunjungi, beberapa di antaranya tak ‘lazim’ jadi tujuan wisata seperti Kongo, Rwanda, Uganda, dan Malawi di benua Afrika.

“Perjalanan yang saya lakukan bukan tipe perjalanan yang disukai kebanyakan orang Indonesia. Saya jalan bukan cuma sekedar lihat pemandangan. Harus ada makna dan tantangannya. Kalau nggak, bukan perjalanan namanya tapi cuma darmawisata,” Jhon menuturkan.

Film televisi The Young Indiana Jones Chronicles yang dibintangi Sean Patrick Flannery merupakan salah satu inspirasi dari kenekatannya. Film itu mengisi hari-hari John semasa kuliah di ITB. Tapi yang mendorong John melakukan perjalanan menantang maut, salah satunya adalah kematian beruntun adik, bapak dan pamannya dalam waktu tiga tahun.

Kejadian ini sempat membuat Jhon terguncang. Ia menyalahkan Tuhan atas kematian ketiga orang yang ia cintai. Tak hanya meninggalkan kehidupan religiusnya, Jhon jadi suka menantang kematian, seolah-olah hendak menjemput sang maut. Dia sengaja melamar pekerjaan sebagai konsultan pengeboran minyak di Irak, negara yang tercabik-cabik oleh perang dan konflik bersenjata, pada 2007. Bukan gaji ribuan dolar yang menarik bagi Jhon. “Bukan karena gaji yang besar, tapi karena aku ingin menikmati sensasi berada di negara yang sedang berperang,” kata dia.

Sejak masih kecil, bisa dibilang Jhon memang sudah terbiasa dengan lingkungan keras. Dia lahir dari keluarga lumayan berada. Bersama saudaranya, ia tinggal di pinggiran kota Medan, tepatnya di daerah Pancur Batu. Rumahnya persis di samping terminal bus. Hal itu membuatnya dekat dengan dunia jalanan. Apalagi dulu di awal tahun 1980-an, daerah tempatnya tinggal, dikenal sebagai tempat lahirnya para dukun, santet dan pembunuh bayaran. Jika jam sudah lewat pukul 7 malam, tak ada warga yang berani keluar.

Waktu kuliah di Bandung, Jhon dan teman-temannya juga pernah ambil bagian dalam kegiatan LATSITARDA atau Latihan Integrasi Taruna Wreda yang melibatkan para taruna dari Akademi Militer dan Akademi Kepolisian, juga taruna sekolah di bawah Kementerian. Di kampus, dia ikut organisasi pecinta alam Wanadri Komisariat ITB. Saat bekerja di Irak, Jhon juga sempat dibekali berbagai persiapan bertahan hidup di negara konflik.

Living between life and death is fun, but once you make a mistake, you dead. Saya bisa dibilang sudah cukup terlatih dan dibekali ilmu bela diri. Saya juga bisa tinju. Kalau sama sekali tidak punya kemampuan itu, don’t do it, please…seriously,” dia memperingatkan dengan tampang serius.

Ada sekitar 50 ribu mayat korban genosida pada 1994 disemayamkan di tempat ini, Murambi Genocide Memorial
Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Hanya enam bulan Jhon bertahan dengan gaji ribuan dolar di Irak. Dia melihat ada tantangan yang tak kalah menarik yakni backpacking ke negara-negara Afrika. Jujur saja, John sudah bosan dengan gaya travelling keliling dunia dengan fasilitas kelas satu. Bukannya sombong, tapi gaya jalan-jalan semacam itu sudah terlalu sering dia jalani selama bekerja sebagai ‘kuli ngebor’ sumur minyak.

Dalam hati kecil, Jhon juga berharap akan mendapat jawaban dari Tuhan atas kematian Ayah dan sanak saudaranya di benua hitam itu. Kakinya pertama menginjak tanah di benua hitam ketika kapal feri yang ia tumpangi berlabuh di Nuweiba, kota pelabuhan di Semenanjung Sinai, Mesir.

Di perjalanannya kali ini, John pun memilih menggendong ransel ala backpacker. Tapi ia juga tak ingin menyiksa diri dengan tidur di penginapan termurah. Ia hanya ingin mencari penginapan lumayan bagus dengan harga miring. John juga lebih senang mencari hotel dengan cara mendadak alias go show. Alasannya sederhana, supaya perjalanannya lebih terasa hidup dan lebih menegangkan.

Mereka pikir saya orang Arab. Sampai paspor saya dicek segala. Polisi mungkin heran, kok ada orang Arab di tengah rombongan turis

Menyimak kisah Jhon berkelana dari Mesir, Tanzania, Uganda, sampai Rwanda, banyak cerita ‘seram’, tapi ada pula kisah-kisah lucu dan konyol. Baru menghirup udara Mesir, Jhon sudah ketimpa banyak sial. Terutama ketika mesti menghadapi segala macam jenis calo. Mulai dari calo penginapan sampai calo kendaraan. Tapi urusan calo ini hanya satu masalah kecil.

Yang kadang menjengkelkan, tapi juga bikin deg-degan adalah tatkala menghadapi interogasi dari polisi. Ketika berangkat menuju Gunung Sinai menggunakan bus bersama rombongan yang isinya kebanyakan wisatawan bule dan tampang oriental, entah karena apa, tanpa banyak cakap polisi menyuruh Jhon turun. Dia mesti melayani serangkaian interogasi tanpa ujung pangkal.

Kejadian ini tidak hanya sekali dua kali menimpanya, sampai membuat John jengkel bukan main. “Mereka pikir saya orang Arab. Sampai paspor saya dicek segala. Polisi mungkin heran, kok ada orang Arab di tengah rombongan turis. Saya jawab ke mereka, ‘You are not the first person who said that and you are also not the first person who interrogated me”,” tutur John mengulang balasannya kepada polisi Mesir yang menginterogasi. Dilihat sekilas, dia memang agak mirip orang-orang Arab, tak heran jika polisi di sana salah mengira.

Dulu tempat ini adalah sebuah gereja. Di gereja di kota Ntarama, Rwanda, ini, sekitar 5000 orang dibunuh pada 1994
Foto :  dok. Jhon Erickson Ginting

Tak melulu urusan menjengkelkan dengan petugas imigrasi, calo dan polisi, yang dia hadapi, tapi juga banyak kisah konyol seperti ini. Suatu siang, dia dirayu oleh Tim, teman seperjalanannya untuk mengunjungi klub malam Q Bar yang kondang di antara turis-turis asing di Dar es Salaam, kota terbesar di Tanzania. Jhon sebenarnya tak doyan berkeliaran di klub malam. Tapi dia sudah capek menghadapi ‘rayuan’ Tim, pemuda asal Amerika yang memang hobi berkeliaran di tempat remang-remang.

Singkat cerita, ada dua pelacur terus mepet Tim dan Jhon di Q Bar, mengajak mereka berkencan. Dengan segala cara, dua perempuan itu, Cathy dan Tina, merayu Tim dan Jhon. “African woman knows how to satisfy you,” Cathy membujuk dengan rayuan mautnya. Isi kantong Jhon hampir jebol gara-gara mesti mentraktir perempuan itu agar mereka segera pergi. “Bukannya bilang terimakasih sudah dibayarin minuman, dia malah marah-marah dan menyiramku.”

Jhon tak pernah mengaku sebagai orang alim, tapi dia memang tak gampang tergoda oleh perempuan malam. “Saya menikmati segala hal itu tapi tidak ikutan di dalamnya…. I don’t buy girls, cemen banget kalo main pelacur. Lagian di Afrika jangan main-main, AIDS, man,” tutur Jhon. Dia menuangkan sebagian kisah petualangannya lewat blognya, Travel “X, dan buku, This is Africa!, yang diterbitkan pada 2015 silam.

Tidak, Tuhan sudah memaafkan mereka. Aku memaafkan mereka

Di Malawi, dia mengalami kejadian yang tak dia temui di negara Afrika lain, yakni cannabis tour . Iklim yang mendukung membuat ganja di Malawi dapat tumbuh subur. Peserta ‘tur ganja’ ini dipersilakan mencicipi rupa-rupa olahan makanan yang mengandung ganja. Para hippie sejati bahkan sampai teler berat setelah mengisap berlinting-linting ganja. Jhon tak ikut nyimeng, tapi tentu perjalanannya sia-sia jika dia tak mencicipi ganja. “Kalau dalam bentuk kue cokelat saya masih mau karena enak,” kata dia.

Afrika tidak hanya mengajari Jhon soal perang, kemiskinan, dan segala kekejian yang mampu dilakukan manusia. Perjalanan ke Afrika membuatnya hampir menjadi seorang tak ber-Tuhan. Imannya makin tipis melihat lautan penderitaan dan kematian di Rwanda. Pada pertengahan 1994, sekitar 800 ribu warga Rwanda keturunan suku Tutsi dan sebagian Hutu beraliran moderat, dibantai oleh kelompok ekstrimis Hutu yang disokong pemerintah. Pembunuhan itu memicu perang saudara di Rwanda selama bertahun-tahun. Jhon tak habis pikir, bagaimana Tuhan seolah menimpakan semua penderitaan di negara-negara Afrika, khususnya di Rwanda.

Ditemani Madame Seraphim, perempuan Rwanda yang keluarganya menjadi korban genosida. John mengunjungi Ntarama Genocide Memorial. Rumah bagi sekitar 25.000 korban genosida berisi kuburan tulang belulang manusia. Selama memberikan penjelasan kepada John, mata Madame Seraphim berkaca-kaca. Peristiwa sadis itu sudah lama berlalu, tapi ia masih tak bisa menyembunyikan kesedihan dari wajahnya.

Madame Seraphim menyaksikan seluruh anggota keluarganya dibantai di depan mata kepalanya sendiri. Hanya ia saja yang lolos dari pembantaian itu. Sementara anak-anak, suami, ayah, ibu serta saudara saudari kandungnya semua jadi korban. “Madam Seraphim, do you forgive the killers who killed all your family?” tanya John dengan rasa penasaran.

“Ya, aku memaafkan mereka,” jawabnya dengan mata yang masih berkaca-kaca. “Apakah tak ada keencian lagi di hatimu? Apakah kamu tak ingin membalas dendam dan balas membunuh mereka?” Jhon kembali bertanya.

Dengan mantap, tanpa ragu, perempuan itu menjawab, “Tidak, Tuhan sudah memaafkan mereka. Aku memaafkan mereka.” Masih ada satu pertanyaan lagi dari Jhon Erickson. “Setelah semua peristiwa ini, apakah kamu masih percaya kepada Tuhan?” Jawaban Madame Seraphim membuat Jhon kaget. “Ya, aku tetap percaya kepada Tuhan,” jawabnya sekali lagi dengan yakin.

Jhon tak menyangka, Tuhan menjawab pertanyaannya dengan cara yang sederhana namun luar biasa. Kesaksian wanita Afrika itu menggugah hatinya. Ia tak merasa lagi menjadi orang dengan beban hidup paling berat di dunia ini. Perjalanan ke benua hitam membuka matanya bahwa masih banyak orang yang nasibnya jauh lebih buruk dari dia. Pertemuannya dengan Madame Seraphim sekaligus mengakhiri perjalanannya di Afrika. Jawaban yang ia cari telah didapatkan.

Setelah pulang dari Afrika, Jhon hidup ‘normal’, menikah, dan menjauhi bahaya. Bersama sang istri, kini John telah dikaruniai empat orang anak. “Sebetulnya adrenalin saya untuk melakukan perjalanan semacam ini lagi masih tinggi. Tapi saya tidak melakukannya lagi karena sudah ada istri dan anak-anak,” kata John sembari terbahak.

Equityworld Futures

Equityworld

Mau Liburan Berkesan? Ajak Pasangan Kunjungi Destinasi Romantis Ini

Equityworld Futures

Agar hubungan kamu dengan pasangan makin romantis, cobalah ajak dia pergi liburan. Namun jangan sepelekan destinasi liburannya karena tiap tempat menentukan sisi romantis yang berbeda.

Kalau sudah dapat tanggal liburan, yuk tentukan destinasinya. Berikut 4 destinasi yang kamu bisa pilih untuk mendapatkan liburan romantis.

Perth

Mau Liburan Berkesan? Ajak Pasangan Kunjungi Destinasi Romantis IniFremantle (Foto: Shutterstock)

Di negeri kanguru ini, kamu dan pasangan bisa mengunjungi Fremantle. Selain merasakan nuansa bangunan abad ke-19 dan kota pelabuhan yang indah, jangan lupa untuk menonton pertunjukan seni di sepanjang jalan Fremantle.

Biar tambah seru, ajak pasangan bersepeda di Rottnest Island dan berfoto dengan kuoka, mamalia khas Australia. Tutup liburan romantis dengan minum anggur terbaik di Swan Valley. Uniknya, kamu dan pasangan bisa melihat proses pembuatan anggur dan meminumnya langsung di tengah kebun.

Bila ingin ke sini, maskapai Scoot sebagai anak perusahaan dari Singapore Airlines menawarkan penerbangan tujuh kali dalam sepekan melalui Singapura mulai dari Rp 1.605.500 saja. Pesawat yang digunakan adalah B787 Boeing Dreamliner.

Athena

Mau Liburan Berkesan? Ajak Pasangan Kunjungi Destinasi Romantis IniSantorini (Foto: Shutterstock)

Keindahan Santorini membuat destinasi ini dipilih banyak pasangan untuk mendapatkan liburan romantis. Di pulau yang mendapat julukan pulau paling romantis di dunia ini, kamu dan pasangan bisa melihat sunset yang indah di Desa Fira atau berjemur di Pantai Kamari.

Melihat sunset dengan pemandangan kota juga bisa menjadi pilihan yang tepat. Arahkan perjalanan kamu dan pasangan ke Aeropagus. Di sana, kamu dan pasangan bisa melihat sunset dengan latar rumah-rumah kuno. Kunjungi juga Monastiraki Flea Market untuk mendapatkan barang antik dengan harga yang menarik.

Untuk ke sini, disediakan maskapai Scoot dengan dua kali penerbangan dalam sepekan hanya dengan Rp 2.945.900 melalui Singapura.

Maladewa

Mau Liburan Berkesan? Ajak Pasangan Kunjungi Destinasi Romantis IniMaladewa (Foto: Shutterstock)

Sejak tahun 1990-an, negara kepulauan ini naik pamor menjadi salah salah satu tempat wisata paling indah di bumi. Bahkan beberapa pasangan baru menjadikan Maladewa sebagai destinasi honeymoon.

Negara kepulauan dengan jumlah 1.200 pulau kecil ini sebagian besarnya adalah atol atau gugusan pulau karang. Ini yang membuat pantai dan bawah lautnya terlihat sangat memukau. Di sini, kamu dan pasangan bisa menyelam atau snorkling di Gazillion Reefs yang pantainya sangat berkilauan akibat perpaduan dengan cahaya matahari.

Maskapai Scoot menawarkan penerbangan empat kali dalam sepekan melalui Singapura dengan harga mulai dari Rp 1.658.700.

Hong Kong

Mau Liburan Berkesan? Ajak Pasangan Kunjungi Destinasi Romantis IniVictoria Peak (Foto: Shutterstock)

Hong Kong juga menjadi pilihan yang tepat untuk mendapatkan liburan romantis bersama pasangan. Coba naik trem klasik untuk mencapai datarang tinggi Victoria Peak. Sesampainya di atas, kamu dan pasangan bisa melihat keindahan kota.

Ketika malam tiba, saksikan lah A Symphony of Lights di tepi pantai dekat Tsim Sha Tsui. Gedung-gedung tinggi di kedua sisi pelabuhan akan menampilan pertunjukan cahaya yang indah dengan latar musik yang memukau.

Jika kamu lebih berniat berlibur ke Hong Kong, cukup membayar Rp 1.195.800 via Singapura, kamu sudah bisa liburan romantis bersama orang tersayang.

Segera susun agenda liburan romantis bersama pasangan kamu. Apalagi kini untuk mencapai keempat destinasi tersebut lebih mudah dengan menggunakan maskapai Scoot dari Singapura yang sudah memberikan harga yang sangat terjangkau.

Scoot akan menawarkan pengalaman liburan unik lain dari pada yang lain. Tak hanya destinasinya yang menarik karena mampu menjangkau lebih dari 50 destinasi di Asia dan Australia, tapi Scoot juga mampu memberikan layanan dan kenyamanan dengan harga yang terjangkau.

Ayo, jangan sampai lewatkan pengalaman liburan menarik yang bikin kamu dan pasangan makin romantis. Untuk Informasi lebih lengkap,

Equityworld Futures

Equityworld

Skutik 250 cc di Indonesia, Mana yang Termahal?

Equityworld Futures – Skuter matik yang dijual di Indonesia memiliki kapasitas mesin bervariasi. Mulai dari 110 cc hingga berkubikasi besar. Motor-motor tersebut pun memiliki peminatnya tersendiri.

Skutik terlaris biasanya memiliki kapasitas di kisaran 110 cc-150 cc. Namun tak berarti skutik bongsor bermesin 250 cc sepi peminat. Harganya yang cenderung lebih mahal hingga dua kali lipat dibandingkan skutik 150cc tak membuat para peminat motor ogah meliriknya.
Tercatat ada tiga merek skutik berkapasitas 250 cc yang dijual di Indonesia yaitu Yamaha Xmax, Kymco Downtown 250i, dan Honda Forza.

Memiliki mesin berkapasitas sama, harga ketiga motor itu berbeda-beda. Melirik situs resmi Yamaha Indonesia, Xmax dijual dengan harga Rp 57,8 juta.

Video Ototest Yamaha XMAX

Berbeda halnya dengan Kymco Downtown 250i. Saat dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017, motor asal Taiwan itu dijual dengan harga Rp 68 juta. Belum diketahui apakah Kymco mengalami kenaikan harga atau tidak. Pasalnya dalam situs resminya di Indonesia, Kymco tak mencantumkan harga Downtown 250i.

 

Honda Forza.Honda Forza. Foto: Astra Honda Motor

Lain lagi dengan Honda Forza. Diluncurkan sejak Agustus 2018 pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Honda baru saja mengumumkan harga Forza. Forza dibanderol dengan harga Rp 76,5 juta.

Di antara ketiga model tersebut, Forza menjadi yang termahal. Forza sendiri masih didatangkan secara impor utuh dari Thailand. Mungkin faktor tersebut menjadi salah satu sebab harga Forza yang cukup tinggi.

Saat peluncuran, Honda juga ogah menanggapi soal harga Forza yang lebih mahal dari para pesaingnya ini.

“Kami tidak melihat persaingan semata, bahwa konsumen Indonesia kalau punya motor suka naik kelas, step up gitu. Misal dari BeAT, ke Scoopy, kemudian ke Vario, naik lagi ke PCX,” kata Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya kala itu.

“Nah kami ingin beri pilihan, setelah skutik 150cc, ada skutik 250, nah makanya kami kasih Forza 250 ini, kalau bicara persaingan, ya kami kasih pilihan lebih banyak bagi konsumen,” pungkas Thomas.

Equityworld Futures